BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Setelah sempat mengalami ketidakpastian, Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya dipastikan akan digelar pada tahun ini.
Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel, Sarmidi mengatakan, Paperprov V dijadwalkan setelah Olahraga Provinsi (Porprov) yang bakal berlangsung pada 28 Oktober hingga 10 November 2025.
Jadi, imbuh dia, bila Porprov berakhir pada 10 atau 11 November, maka Paperprov V dilaksanakan mulai 15 November hingga sepekan ke depan atau 22 November.
Sarmidi menyebut, Paperprov V pertandingkan 16 cabang olahraga (cabor), yaitu angkat berat, atletik, bulu tangkis, catur, judo tunanetra, menembak, panahan, renang, sepak bola, tenis meja, voli duduk, anggar, boccia, e-sport, taekwondo dan tenis lapangan kursi roda.
Untuk jumlah atlet yang akan berlaga di Paperprov V, belum bisa dipastikan. Entry by number akan ditutup pada 30 Juni 2025, yaitu enam bulan sebelum hari H. Setelah itu, pendaftaran masuk tahap entry by name yang dijadwalkan pada 31 September 2025.
“NPC kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sudah beri sinyal ikut Paperprov. Kami optimistis jumlah peserta cukup kompetitif,” ucap Sarmidi.
Meski begitu, dia mengakui masih hadapi kendala pendanaan. Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan belum anggarkan dana khusus untuk Paperprov, karena fokus pada Porprov.
Namun, NPCI Kalsel terus berupaya mencari solusi. Mereka mendekati Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel. Proposal telah diajukan untuk mendapatkan dukungan pendanaan.
“Kami perkirakan, kebutuhan anggaran mencapai Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar. Kami masih menunggu kepastian dari Dispora terkait besaran dana yang akan dikucurkan untuk Paperprov,” ujar Sarmidi.
Dia mengatakan, NPCI Kalsel menargetkan empat kesuksesan pada penyelenggaraan Paperprov V. Pertama, sukses penyelenggaraan, yakni memastikan seluruh cabor dapat dipertandingkan tanpa ada yang mundur.
Kedua, sukses prestasi, yang diukur dari perolehan medali. Diharapkan minimal menyamai capaian Kalimantan Selatan di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Solo, yakni 24 emas dan 27 perak.
Ketiga, sukses pelaporan administrasi, berupa transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan serta pertanggungjawaban event.
Keempat, sukses ekonomi kerakyatan, yaitu beri dampak positif bagi masyarakat setempat melalui sektor ekonomi, seperti UMKM dan pariwisata. “Saya berpesan kepada NPCI di kabupaten/kota agar segera lakukan pembinaan dan pelatihan. Kontingen harus dibentuk sejak dini, jangan tunggu dekati hari pertandingan. Persiapan yang matang akan tentukan hasil di arena nanti,” tegas Sarmidi.
Dengan segala tantangan yang ada, Paperprov V Kalsel 2025 diharapkan menjadi ajang pembuktian sekaligus momentum bagi atlet disabilitas di Kalimantan Selatan untuk tunjukkan prestasi terbaik. (banjarmasinpost/m andra ramadhan)
Aspihani Harapkan Atensi Pemerintah
ATLET bulu tangkis disabilitas asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), M Aspihani Rusdi, siap hadapi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) 2025 dengan penuh semangat.
Aspihani, yang sebelumnya meraih dua medali emas dan satu perunggu di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Solo, berharap bisa pertahankan prestasinya.
“Harapan saya untuk Peparprov tahun ini, semoga lebih baik dari sebelumnya dan saya bisa pertahankan juara,” ucap dia.
Untuk itu, dia mengaku fokus jaga kondisi fisik dan kesehatan, serta terus perbaiki teknik pukulan. Latihan rutin dan sparring lawan yang lebih tangguh, upaya utamanya tingkatkan mental dan kemampuan bermain.Di sisi lain, Aspihani juga berharap penyelenggaraan Peparprov tahun ini dapat lebih baik, terutama dari segi fasilitas. “Semoga fasilitasnya lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga para atlet bisa bertanding secara maksimal,” harapnya.
Tak hanya itu. Dia juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap atlet disabilitas. Menurutnya, para atlet difabel memiliki potensi besar dan layak mendapat perlakuan yang setara dengan atlet non-disabilitas, termasuk dalam hal apresiasi dan bonus.
“Saya berharap tahun ini Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah tidak lagi memandang atlet disabilitas sebelah mata. Semoga bonus bagi kami bisa disamakan dengan atlet non-disabilitas,” ujar Aspihani.
Dengan persiapan yang matang, dia siap berikan yang terbaik di Peparprov tahun ini. Mengharumkan nama daerahnya dan menginspirasi para atlet disabilitas lainnya. (banjarmasinpost/m andra ramadhan)
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Pekan Paralimpik Provinsi Kalimantan Selatan Bidik Empat Kesuksesan, https://banjarmasin.tribunnews.com/2025/02/09/pekan-paralimpik-provinsi-kalimantan-selatan-bidik-empat-kesuksesan?page=2.
Penulis: Muhammad Andra Ramadhan | Editor: Mulyadi Danu Saputra

































NAMA : SUPIAN NOOR
