Target 4 Emas Peparnas 2024 Panahan Kalsel Meleset, Pelatih Sebut Kesalahan Regulasi

SOLO – Hasil kurang memuaskan dialami tim panahan NPCI Kalsel di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 Solo. Target 4 medali emas meleset, dan hanya mengoleksi 3 medali perunggu hingga hari ke-4.

Sederet faktor menjadi penyebab gagalnya para Robinhood Kalsel meraih hasil maksimal, termasuk soal regulasi atlet elite yang hanya boleh mengikuti satu nomor.

Disebut dalam Technical Handbook (THB) atlet elite merupakan atlet peraih medali emas edisi Peparnas sebelumnya, serta atlet yang pernah tampil di ajang multievent internasional seperti ASEAN Para Games, Asian Para Games, dan Paralimpiade.

Pelatih Panahan NPCI Kalsel, Muhammad Amin Priambudi berdalih, regulasi atlet elite di Peparnas 2024 Solo masih multitafsir.

“THB ini betul-betul menyulitkan kita, akhirnya komposisi tim jadi kacau, padahal kita anggap atlet kita cuman satu elite yang kita kirim. Meski atlet dapat upgrade divisi dari busur kayu ke busur internasional dia tetap dilabeli atlet elite,” jelas Amin, di Lapangan Kota Barat, Jumat (11/10) pagi.

Upaya agar bisa menurunkan 2 atlet elit dilakukan oleh tim pelatih, namun Tekhnical Delegate (TD) dan Dewan Hakim kekeh menyatakan satu atlet panahan Kalsel yang upgrade divisi tetap berlebel elite sehingga harus memilih salah satu dari dua atlet pro tersebut.

“Akhirnya berdampak ke komposisi tim, tidak boleh menurunkan dua elite di divisi yang sama. Kita ada Hafiz dan Shadikin, kami harus memilih salahsatunya. Sementara Hafiz kami targetkan untuk beregu putra dan mix tim nya. Tapi karena elite hanya satu nomor jadi lepas hitungan kami semua. Komposisi tim juga kacau, disitu ada sekitar satu atau dua medali emas, jadi lepas disitu,” bebernya.

Kecurangan lain yang disebut pelatih adalah juri maupun wait panahan Peparnas 2024 menilai salah satu atlet Kalsel melakukan ilegal tekhnik atau menggunakan kursi roda sandaran saat bertanding. Padahal di pemeriksaan klasifikasi sudah lolos.

“Ia dianggap melanggar peraturan memanah, karena dia menggunakan kursi rodanya untuk membantu dalam membidik. Padahal kami fikir itu sudah tidak ada masalah saat pemeriksaan dan lain-lain,” ucapnya.

Amin mengklaim penggunaan kursi roda itu sah saja karena kelumpuhan atlet dibagian tulang atas, sedangkan wasit berdalil dari ketiak sampai 11 sentimeter ke bawah tidak boleh ada sandaran.

“Tapi karena dia sudah lumpuh dan tulang belakang beloknya ke kiri akhirnya dia seperti menyandar. Saya juga beberapa kali protes dan wasit juga punya keputusan,” jelasnya.

“Bahkan wasit mengatakan jika kita tidak mengikuti aturan maka dianggap WO atau tidak mampu melanjutkan perlombaan,” sambungnya.

Dianulirnya satu atlet putri panahan Kalsel berimbas dengan target medali emas untuk nomor mix double tim.

“Mix tim yang kita target juga hilang akhirnya. Itu juga berdampak dengan ganda putrinya juga tidak bisa ikut. Karena kita cuman membawa dua, jadi saat satu dianulir maka habis. Dan disitu ada satu emas juga padahal,” ujarnya.

Meski demikian, peluang untuk mendapatkan satu medali emas untuk panahan Kalsel masih bisa dilakukan pada nomor double putra divisi nasional atas nama Deni Aldiani dan Muhammad Rafii.

“Semoga dapat satu emas untuk Kalsel di pertandingan hari terkahir besok, Sabtu (12/10) mohon doa,” harapnya.

Ia berharap adanya evaluasi kejelasan soal aturan untuk cabor panahan pada setiap gelaran Peparnas dan regulasinya tidak berubah-ubah.

“Setidaknya ada kisi-kisi aturan harus jelas jangan pernah ada perubahan dan ketentuannya harus jelas,” katanya.

Lantas, saat ditanya apakah pelatih siap bertanggung jawab atas hasil tak sesuai itu, Amin menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus NPCI Kalsel terkait nasib dirinya bersama rekan pelatih lain.

“Kita bersama atlet sebenarnya sudah maksimal. Kita ingin memberikan yang terbaik buat Kalsel,” ucapnya.

Diketahui panahan NPCI Kalsel menargetkan medali emas untuk 4 nomor yaitu, Individual Divisi Nasional Putri, Individual Divisi Nasional Putra dan Mixed Team Divisi Recurve, semuanya meleset

Sumber : https://amnesia.id/target-4-emas-peparnas-2024-panahan-kalsel-meleset-pelatih-sebut-kesalahan-regulasi/

Berita Lainnya